Opini : Rumusan kenapa aku benci sinetron. Bag 1.

--Ini semua murni opiniku, boleh saja kalau anda tidak setuju. Karena lebih baik bila anda punya referensi sendiri dalam menilai dan mungkin saya yang salah, kalau punya pendapat bisa di share disini. Dan juga sinetron yang aku maksud disini adalah sinetron religi, tapi bukan berarti sinetron - sinetron lain tidak memiliki masalahnya ya.--

***

Sudah tidak asing lagi jika kita mendengar kata "sinetron". secara umum kita tahu kalau, sinetron adalah serial drama yang ditayangkan di channel - channel televisi. Dan jujur, aku sangat membenci sinetron... aku juga tahu, kalau tidak cuma aku disini yang membenci sinetron..

Sinetron, "masalah apa, yang dimiliki serial drama ini ?  apa, yang membuatku selalu tertawa saat menonton serial ini ?." itulah pertanyaan yang ada di kepalaku beberapa saat sebelum aku memutuskan menulis orat - oret ini. Banyak sekali masalah yang perlu di perbaiki oleh penulis sinetron, masalah terbesar yang aku bisa simpulkan adalah kurangnya penokohan dalam sinetron. Padahal penokohan sendiri sangat penting, mengingat tokoh merupakan penghubung antara cerita dengan penonton. Di sinetron tokoh ditulis bagaikan karakter yang flat; tidak memiliki kedalaman sama sekali. Bahkan karakter yang seharusnya merepresentasikan manusia sendiri, disini terasa malah seperti merepresentasikan alien; mahkluk yang pada dasarnya di luar orientasi manusia.

Kalau dibandingkan dengan film ini, --film yang direkomendasikan teman saya beberapa saat yang lalu-- film yang berjudul Forrest Gump --akan aku singkat FG-- bisa semakin dilihat, bertapa kurangnya keunikan penokohan dalam sinetron. Dalam film FG sendiri kita diajak menyaksikan konflik sosial kemanusiaan dengan sudut pandang tokoh utama yang memiliki isu mental. Di film ini sendiri kita masih bisa berempati kepada semua tokoh meski mereka telah melakukan suatu harassment kepada tokoh utama. Berbanding terbalik dengan sinetron, dalam sinetron kita tidak bisa berempati kepada tokoh lainnya, karena tokoh sendiri tidak memiliki cukup karakter untuk dikasihani, toh untuk apa, kita juga tidak tau banyak tentang tokoh lain dalam sinetron selain tokoh utama, lagian tokoh lain cuma berfungsi sebagai comic relief hahaha. Penulis juga sepertinya cukup malas untuk menulis penjahat yang berkarakter, bagiku, semua penjahat dalam sinetron terasa seperti Plot device, tujuan mereka ada hanya satu, mereka ada supaya cerita sinetron memiliki cukup konflik yang bisa memperpanjang jalur cerita yang seharusnya berakhir beberapa episode yang lalu.
Padahal menulis karakter sendiri seharusnya tidak menjadi masalah, mengingat sinetron bisa memproduksi cukup banyak episode. Padahal mereka hanya perlu membuat satu episode dimana  mereka hanya perlu fokus pada satu tokoh dan memulai membangun karakter tokoh tersebut. Tapi apa ? penulis malah lebih mementingkan bit bit komedi yang sebenarnya sih penting juga tapi terlalu banyak dalam serial sinetron itu sendiri.

Comments