Opini : Teh Manis

Sedikit cerita tentang Teh manis... Aku disini adalah orang yang benci makanan dan minuman yang terlalu manis... kebencianku ini di mulai di saat aku masih duduk di bangku Smk... tepatnya saat sedang studi tour. Setiap kali waktunya makan, --baik itu siang, pagi atau malam-- aku akan disuguhkan teh manis sebagai minuman. Bayangkan, selama 7 hari, 3 kali makan dengan lauk yang berbeda beda, dan aku tetap harus minum teh manis... bertapa membosankannya... Sampai - sampai, secara tidak sadar, aku menciptakan sebuah batasan, batasan yang mengatur kemanisan yang seolah olah tertanam di pikiranku. Jadi jika aku ingin minum teh, takaran gula yang aku pakai  hanya akan sebanyak 1 setengah sendok teh sama juga dengan minuman lain, kecuali kopi.
Lalu tepat setelah pulang dari study tour, aku membuat polling di Instagram yang isinya pilihan, mau pilih teh manis atau teh tawar... oke aku jujur, saat itu aku mengira kalau orang orang akan memilih teh tawar, karena aku sangat benci teh manis dan aku juga berpikir kalau gula itu tidak baik untuk kesehatan, tapi tebakanku salah. Sekitar 60 % orang memilih teh manis dan 40 % teh tawar. Saat itu aku masih sangat dungu, dan aku berpikir "ah, mereka saja yang kurang dewasa... masih suka manis - manisan." Tapi sekarang aku mengerti, aku mengerti dan menghargainya. Itulah diversitas...

***

Bagiku diversitas adalah sesuatu yang indah, itu sendiri adalah salah satu keindahan yang disediakan oleh dunia ini. Dan dengan perbedaan itu terlahir pula keindahan - keindahan lain seperti, pendapat, perbedaan dan kebudayaan. Kita juga seharusnya bisa peka dengan keindahan itu, tapi sayang... banyak penglihatan orang yang mengaburkan keindahan, mengabur hanya karena masalah seperti diatas, masalah seperti perbedaan pendapat. Toh yang menjadi masalah sendiri --dalam hal teh manis atau tawar ini-- bukan gulanya, yang menjadi masalah hanya karena pandanganmu tidak mencapai harapanku, itu saja... Padahal perbedaan cara pandang itu merupakan ciri khas kalau manusia ini adalah makhluk yang indah, makhluk yang beragam, makhluk yang perlu pengertian. Tapi kenapa, kenapa hanya karena perbedaan sudut pandang semua bisa jadi seperti ini ? Bukannya lebih baik kalau duduk sebentar nge teh sambil nanya "kenapa sih kamu suka teh manis ?" Bukannya lebih baik hanya duduk dan mendengarkan opini masing - masing orang dengan damai dan indah.
Menurutku, yang menjadi masalah disini bukanlah opini itu, tapi yang jadi masalah adalah kalian, kalian yang tidak melihat keutuhannya. Kalian yang hanya melihat bagian yang menonjol tanpa memerhatikan keseluruhan keindahan itu. Kalian yang tidak mencoba mengenal perbedaan itu, tidak mencoba menyentuh perbedaan itu, bahkan tidak berbicara sedikitpun pada perbedaan itu. Cobalah kenali dia, berbicara dengannya, tanyakan opininya dengarkan dan mengerti. Maka disitulah indahnya damai, disitulah indahnya pengertian,
keindahannya ada pada setiap perbedaan...

***

Comments